review-film-zootopia-2-judy-nick-kembali-lagi

Review Film Zootopia 2: Judy & Nick Kembali Lagi?

Review Film Zootopia 2: Judy & Nick Kembali Lagi? Zootopia 2 resmi tayang 26 November 2025 dan langsung jadi salah satu rilis animasi paling dinanti tahun itu. Sequel dari film Disney 2016 ini kembali bawa Judy Hopps (Ginnifer Goodwin) dan Nick Wilde (Jason Bateman) dalam petualangan baru di kota hewan yang penuh prasangka. Dengan durasi 1 jam 49 menit dan budget US$200 juta, film ini sudah raup US$1,18 miliar global hingga Januari 2026, rating Rotten Tomatoes 89% kritikus dan 94% penonton, serta CinemaScore A. Cerita fokus pada kasus hilangnya hewan kecil di Zootopia, sambil hadapi isu baru seperti diskriminasi antar-spesies dan tekanan karier. Pertanyaannya: apakah Judy dan Nick kembali bikin kita jatuh cinta lagi, atau cuma nostalgia doang? BERITA BASKET

Kekuatan Cerita dan Karakter yang Tetap Solid di Film Zootopia 2

Zootopia 2 berhasil pertahankan kekuatan film pertama: humor cerdas, pesan sosial yang relevan, dan chemistry Judy-Nick yang tak tergantikan. Cerita kali ini lebih dewasa—Judy dan Nick sudah jadi partner resmi di ZPD, tapi hubungan mereka mulai goyah karena tekanan karier dan perbedaan pandangan soal keadilan. Judy tetap idealis dan keras kepala, Nick lebih santai tapi mulai tunjukkan sisi rentan. Villain baru, seekor rubah arctic bernama Vance (suara Jack Black), bawa elemen misteri dan komedi yang pas. Kasus hilangnya hewan kecil jadi katalisator konflik yang lebih besar: diskriminasi terhadap “prey” kecil dan korupsi di sistem kota. Pesan inklusivitas dan pentingnya empati tetap kuat, tapi kali ini lebih fokus ke isu “internal bias” dalam diri sendiri. Voice acting Goodwin dan Bateman masih chemistry-nya luar biasa—dialog mereka penuh sarkasme tapi hangat, bikin penonton tersenyum sekaligus terharu di momen emosional.

Visual dan Musik yang Lebih Megah di Film Zootopia 2

Visual animasi Disney naik level signifikan. Kota Zootopia dibuat lebih detail dan hidup—distrik baru seperti Nocturnal District dan Rainforest District terasa lebih kaya tekstur dan warna. Adegan chase di kereta bawah tanah dan pasar malam penuh hewan kecil jadi highlight visual yang memukau. CGI hewan tetap realistis tapi ekspresif—mata Nick yang licik dan telinga Judy yang bergerak lucu tetap jadi ciri khas. Musik Michael Giacchino dan Shakira kembali jadi kekuatan. Shakira nyanyi lagu tema baru “Try Everything 2.0” yang lebih upbeat, sementara skor Giacchino bawa nuansa misteri dan petualangan yang pas. Lagu “Partners in Crime” duet Judy-Nick jadi favorit penonton—liriknya lucu tapi menyentuh. Humor visual dan slapstick tetap ada, terutama dari karakter pendukung seperti Flash yang lambat dan Chief Bogo yang galak.

Kelemahan dan Perbandingan dengan Film Pertama: Review Film Zootopia 2: Judy & Nick Kembali Lagi?

Meski kuat, sequel ini punya kelemahan kecil. Cerita terasa agak predictable di babak tengah—twist villain kurang mengejutkan bagi yang sudah hafal pola Disney. Beberapa subplot (seperti hubungan Judy dengan orang tua) terasa terburu-buru dan kurang dalam. Ada juga kritik bahwa film ini terlalu “aman” dibanding yang pertama—pesan sosialnya bagus tapi tak seberani isu rasisme di film asli. Durasi 1 jam 49 menit terasa pas, tapi endingnya agak terburu-buru dalam resolusi konflik. Beberapa fans bilang chemistry Judy-Nick masih top, tapi kurang momen romansa yang bikin deg-degan seperti film pertama.

Respon Penonton dan Dampak

Penonton Indonesia suka banget—film ini laris di bioskop-bioskop besar, dengan banyak keluarga nonton bareng dan diskusi pasca-film soal persahabatan dan prasangka. Box office US$1,69 miliar (dengan proyeksi akhir US$1,8–2 miliar) tunjukkan sukses komersial besar, dan jadi salah satu animasi terlaris sepanjang masa. Di media sosial, klip “Partners in Crime” dan adegan Judy-Nick berantem jadi viral. Film ini juga bantu buka diskusi soal inklusivitas dan bias tidak sadar di kalangan anak muda. Pixar/Disney kembali bukti mereka jagonya bikin cerita emosional yang universal. Sekuel ketiga sudah diumumkan untuk 2029, fokus pada kasus internasional.

Kesimpulan

Zootopia 2 adalah sequel yang sukses besar—cerita tetap cerdas, visual memukau, dan pesan inklusivitas masih relevan. Judy dan Nick kembali dengan chemistry yang tak tergantikan, meski cerita agak predictable dan pacing tengah kurang mulus. Emosi baru seperti Anxiety dari Inside Out 2 memang muncul, tapi di sini fokusnya pada persahabatan dan penerimaan diri. Worth it? Sangat! Kalau suka film pertama, ini upgrade yang layak. Nonton kalau belum—siapkan tisu untuk momen emosional dan tawa untuk humor cerdasnya. Zootopia kembali bikin kita jatuh cinta sama dunia hewan yang penuh makna. Disney lagi on fire—semoga sekuel berikutnya juga sekuat ini!

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *