Review Film Will & Harper: Perjalanan Transgender

Review Film Will & Harper: Perjalanan Transgender

Review Film Will & Harper: Perjalanan Transgender. Will & Harper (2024) menjadi salah satu dokumenter paling hangat dan banyak dibicarakan sejak tayang di Netflix pada September 2024. Film berdurasi 118 menit ini mengikuti perjalanan darat sejauh 2.400 kilometer melintasi Amerika Serikat bersama Will Ferrell dan sahabat lamanya Harper Steele (sebelumnya dikenal sebagai Andrew Steele), yang baru saja mengumumkan dirinya sebagai perempuan transgender pada usia 61 tahun. Disutradarai Josh Greenbaum, film ini lahir dari keinginan Will untuk memahami pengalaman hidup Harper pasca-transisi dan menunjukkan dukungan nyata sebagai sahabat. Hingga Februari 2026, Will & Harper masih sering disebut sebagai salah satu karya dokumenter paling tulus tentang persahabatan, identitas gender, dan penerimaan diri di tengah masyarakat Amerika yang masih terbelah soal isu transgender. ULAS FILM

Perjalanan Darat dari New York ke Los Angeles: Review Film Will & Harper: Perjalanan Transgender

Cerita dimulai ketika Harper mengirim pesan kepada Will: ia ingin bertemu dan berbagi kabar bahwa ia sedang menjalani transisi menjadi perempuan. Will langsung menawarkan diri menemani Harper dalam perjalanan darat lintas negara—rute yang dulu sering mereka lalui bersama sebagai teman dekat selama puluhan tahun. Perjalanan ini menjadi inti film: dari New York, melewati Midwest yang konservatif, hingga akhirnya tiba di Los Angeles.
Sepanjang jalan, mereka berhenti di berbagai tempat: rest area, bar kecil, hotel murah, hingga acara komunitas LGBTQ+. Kamera menangkap momen-momen kecil yang sangat manusiawi: Will belajar menggunakan pronoun yang benar, Harper berbagi ketakutan dan pengalaman diskriminasi, serta percakapan jujur tentang bagaimana transisi mengubah dinamika persahabatan mereka. Tidak ada adegan dramatis yang dibuat-buat; semua terasa alami dan sering kali lucu—seperti Will yang panik ketika Harper masuk ke kamar mandi perempuan, atau Harper yang menggoda Will karena masih memanggilnya “Andy” secara refleks.

Penampilan Will Ferrell dan Harper Steele: Review Film Will & Harper: Perjalanan Transgender

Will Ferrell tampil sangat berbeda dari karakter komedi khasnya. Ia tidak berusaha menjadi “lucu” sepanjang waktu; justru ia menunjukkan sisi rentan, bingung, tapi tulus sebagai sahabat yang ingin belajar dan mendukung. Momen ketika Will menangis karena merasa gagal memahami Harper lebih awal menjadi salah satu adegan paling emosional dan autentik dalam film.
Harper Steele (sebelumnya Andrew Steele, penulis dan produser lama Saturday Night Live) memberikan kehadiran yang tenang namun sangat kuat. Ia berbagi cerita transisinya dengan jujur tanpa terasa berlebihan: dari rasa takut keluar sebagai transgender di usia 60-an, hingga pengalaman diskriminasi di tempat umum, hingga rasa syukur memiliki sahabat seperti Will yang tetap berada di sisinya. Keberanian Harper untuk tampil di depan kamera tanpa filter menjadi salah satu kekuatan terbesar film ini.

Tema Utama dan Pendekatan yang Tulus

Film ini tidak berusaha menjadi “pelajaran” tentang transgender; ia lebih merupakan dokumentasi persahabatan yang tulus di tengah perubahan identitas besar. Tema utamanya adalah penerimaan, empati, dan bagaimana cinta persahabatan bisa bertahan meski salah satu pihak mengalami transformasi mendalam. Will & Harper berhasil menghindari jebakan dokumenter aktivis yang terlalu didaktik; mereka tidak memberikan ceramah, melainkan menunjukkan proses belajar secara nyata—termasuk kesalahan, ketidaknyamanan, dan momen lucu yang muncul dari ketidaktahuan.
Pendekatan visualnya sederhana dan intim: kamera handheld mengikuti perjalanan darat, percakapan di mobil, dan momen-momen pribadi di hotel. Tidak ada musik latar yang memanipulasi emosi; suasana dibangun dari dialog asli dan keheningan yang bermakna.

Kesimpulan

Will & Harper adalah dokumenter yang hangat, jujur, dan sangat menyentuh—menyajikan kisah persahabatan sejati di tengah perjalanan identitas transgender dengan cara yang tulus tanpa berpura-pura sempurna. Penampilan Will Ferrell dan Harper Steele terasa sangat autentik, sementara arahan Josh Greenbaum berhasil menangkap momen-momen kecil yang justru paling bermakna. Film ini bukan tentang “mendidik” penonton soal transgender; ia tentang bagaimana dua sahabat lama belajar saling memahami di fase baru kehidupan mereka. Hingga 2026, Will & Harper tetap menjadi salah satu karya dokumenter terbaik yang menunjukkan bahwa cinta dan dukungan bisa melintasi perubahan identitas yang paling mendalam sekalipun. Bagi siapa saja yang ingin melihat sisi manusiawi dari isu transgender tanpa agenda politik berat, film ini adalah tontonan yang sangat direkomendasikan—penuh tawa, air mata, dan harapan bahwa persahabatan sejati bisa bertahan melalui apa pun. Sebuah karya yang lembut, lucu, dan sangat berharga.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *