Review Film Twisters: Sequel Badai yang Lebih Seru. Film Twisters yang tayang sejak Juli 2024 berhasil menjadi salah satu blockbuster musim panas paling memuaskan tahun itu dan masih ramai dibicarakan hingga awal 2026. Sebagai sekuel spiritual dari Twister (1996), film ini dibintangi Glen Powell sebagai Tyler Owens, Daisy Edgar-Jones sebagai Kate Carter, dan Anthony Ramos sebagai Javi. Disutradarai Lee Isaac Chung (Minari), Twisters membawa kembali tema pengejaran tornado dengan teknologi modern, visual lebih mencekam, dan cerita yang lebih personal. Dengan durasi 122 menit dan budget sekitar US$155 juta, film ini meraup lebih dari US$370 juta secara global hingga Januari 2026. Rating Rotten Tomatoes mencapai 75% dari kritikus dan 92% dari penonton—angka penonton yang jauh lebih tinggi menunjukkan film ini sangat disukai di kalangan umum. Apakah sequel badai ini benar-benar lebih seru dari pendahulunya, atau hanya mengulang formula lama dengan efek lebih besar? BERITA BASKET
Visual dan Efek Badai yang Memukau di Film Twisters: Review Film Twisters: Sequel Badai yang Lebih Seru
Salah satu kekuatan terbesar Twisters adalah visual dan efek spesial yang luar biasa. Adegan tornado terasa sangat nyata dan mengerikan—dari pusaran raksasa yang menghancurkan kota kecil hingga multiple vortex yang muncul bersamaan. Film ini menggunakan kombinasi efek praktis dan CGI yang sangat mulus: puing-puing beterbangan, mobil terbang, dan orang tersedot angin terlihat sangat realistis tanpa terasa berlebihan. Adegan klimaks di kota kecil Oklahoma menjadi salah satu sequence action terbaik tahun 2024—tornado raksasa menghancurkan bangunan, petir menyambar, dan karakter berlari di tengah badai dengan intensitas tinggi. Sinematografi oleh Dan Mindel menangkap skala badai dengan sangat dramatis, sementara musik Benjamin Wallfisch menggunakan elemen country rock dan score orchestral yang membuat setiap momen terasa epik. Secara teknis, Twisters adalah salah satu film disaster terbaik dalam beberapa tahun terakhir—badai terasa hidup dan benar-benar mengancam.
Performa Glen Powell dan Daisy Edgar-Jones di Film Twisters: Review Film Twisters: Sequel Badai yang Lebih Seru
Glen Powell sebagai Tyler Owens berhasil mencuri perhatian sebagai “tornado chaser” karismatik yang suka pamer tapi punya hati besar. Ia membawa energi tinggi, humor ringan, dan chemistry yang sangat kuat dengan Daisy Edgar-Jones. Powell terasa seperti bintang aksi baru yang siap menggantikan peran-peran besar di Hollywood. Daisy Edgar-Jones sebagai Kate Carter memberikan performa yang sangat emosional—karakternya punya trauma masa lalu yang dalam dan perjuangan untuk kembali ke dunia pengejaran tornado. Chemistry keduanya terasa sangat natural—dari pertengkaran awal hingga momen saling percaya di tengah badai. Brandon Perea sebagai Boone dan Sasha Lane sebagai Dani menambah dinamika tim yang lucu dan hangat, sementara Anthony Ramos sebagai Javi membawa konflik internal yang cukup menarik. Ensemble cast terasa kompak dan membuat penonton peduli pada nasib mereka di tengah badai.
Kelemahan Cerita dan Perbandingan dengan Film Asli
Meski visual dan performa kuat, cerita menjadi kelemahan utama. Plot terasa cukup sederhana dan predictable—tim pengejar tornado menghadapi badai terbesar, ada konflik internal, dan ending yang heroik. Banyak penonton merasa cerita terlalu bergantung pada romansa dan kurang punya kedalaman ilmiah atau ketegangan seperti film asli 1996. Dibandingkan Twister yang lebih fokus pada aksi dan efek praktis, Twisters lebih banyak bicara tentang trauma dan penyembuhan—tapi beberapa bilang itu membuat film terasa agak lambat di tengah. Ada juga kritik bahwa villain (perusahaan teknologi cuaca) terlalu klise dan kurang mengancam. Bagi sebagian penggemar asli, sekuel ini terasa lebih “aman” dan kurang punya momen ikonik yang benar-benar baru.
Respon Penonton dan Dampak
Penonton Indonesia menyambut sangat antusias—film ini laris di bioskop-bioskop besar, dengan banyak yang nonton berulang untuk adegan badai dan chemistry Powell-Edgar-Jones. Box office US$370 juta menunjukkan sukses komersial yang solid untuk film disaster non-franchise besar. Di media sosial, klip tornado raksasa dan momen “riding the storm” jadi viral. Film ini juga berhasil membuka diskusi soal perubahan iklim, teknologi cuaca, dan trauma pribadi di tengah bencana alam. Banyak yang bilang ini bukti bahwa sekuel legacy bisa sukses kalau tetap setia pada semangat asli sambil menambahkan elemen modern. Sekuel atau spin-off belum diumumkan, tapi film ini membuktikan bahwa franchise Twister masih punya nyawa panjang.
Kesimpulan
Twisters adalah sequel badai yang lebih seru, lebih megah, dan lebih emosional dibandingkan film asli 1996. Visual tornado yang memukau, performa Glen Powell dan Daisy Edgar-Jones yang sangat kuat, serta pendekatan yang tetap menghibur meski punya pesan serius membuat film ini layak ditonton di bioskop besar. Meski cerita agak sederhana dan beberapa bagian terasa predictable, film ini berhasil jadi blockbuster musim panas yang menyenangkan dan intens. Worth it? Sangat—terutama kalau kamu suka film disaster, action dengan efek visual memukau, dan romansa ringan di tengah bahaya. Kalau suka Twister asli, Twisters (2024), atau Geostorm, ini wajib. Nonton kalau belum—siapkan mata lebar dan jantung yang siap berdegup kencang. Franchise badai ini hidup kembali, dan kali ini terasa lebih besar dan lebih seru dari sebelumnya.

