Review Film El Chapo

Review Film El Chapo

Review Film El Chapo. Serial El Chapo yang tayang sejak 2017 dan masih menjadi tontonan populer hingga 2026 ini terus menarik perhatian sebagai drama kriminal biografi yang mengisahkan perjalanan Joaquín Guzmán Loera alias El Chapo dari pemuda petani di Sinaloa hingga menjadi salah satu raja narkoba paling berpengaruh di dunia. Dengan tiga musim yang mencakup tiga dekade kehidupannya, mulai dari bergabung dengan Kartel Guadalajara di tahun 1980-an, naik tahta memimpin Kartel Sinaloa, pelarian dramatis dari penjara, hingga penangkapan akhirnya, serial ini menawarkan campuran aksi kekerasan, intrik politik, dan korupsi sistemik di Meksiko. Meski sering dibandingkan dengan produksi serupa tentang kartel narkoba, El Chapo menonjol karena pendekatan yang lebih fokus pada perspektif Meksiko, dengan aktor lokal dan nuansa budaya yang kuat, sehingga tetap relevan sebagai hiburan yang mendebarkan sekaligus pengingat gelap tentang dampak perdagangan narkoba terhadap masyarakat. BERITA TERKINI

Alur Cerita dan Penggambaran Karakter Utama: Review Film El Chapo

Alur cerita mengikuti pola naik-turun klasik kehidupan kriminal, di mana El Chapo digambarkan sebagai sosok ambisius, cerdas, dan kejam yang membangun kerajaan dari nol melalui kekerasan, aliansi politik, serta inovasi seperti terowongan bawah tanah untuk menyelundupkan narkoba. Marco de la O membawakan peran utama dengan karisma yang kuat, membuat penonton melihat sisi manusiawi Guzmán—sebagai ayah keluarga, suami, dan pria yang percaya diri dengan kekuasaannya—meski tidak pernah menyembunyikan sifat brutalnya dalam perang kartel melawan saingan seperti Los Zetas atau Kartel Juárez. Karakter pendukung seperti istrinya, anak-anaknya, serta pejabat korup memberikan lapisan emosional dan politik, di mana serial ini menyoroti bagaimana korupsi merembet hingga ke tingkat tertinggi pemerintahan, sehingga penangkapan El Chapo terasa seperti bagian dari permainan kekuasaan yang lebih besar daripada sekadar kemenangan hukum. Meski ada momen dramatis berlebihan untuk efek sinematik, penggambaran ini berhasil membuat penonton merasa terlibat dalam perjuangan naik kelas yang penuh risiko.

Produksi, Aksi, dan Kekurangan Narasi: Review Film El Chapo

Produksi serial ini menonjol dalam adegan kekerasan dan aksi, di mana baku tembak massal, pengejaran mobil, serta rekonstruksi pelarian terkenal dari penjara Altiplano melalui terowongan sepanjang 1,5 kilometer terasa intens dan realistis, didukung sinematografi yang gelap serta editing cepat yang membangun ketegangan. Suara tembakan, jeritan, dan musik latar yang tegang memperkuat nuansa mencekam, sementara lokasi syuting di Meksiko menambah autentisitas visual dari desa pedesaan hingga kota-kota besar. Namun narasi kadang terasa lambat di bagian politik dan bertele-tele dalam mengulang tema korupsi, serta beberapa subplot romansa atau keluarga kurang berkembang dibandingkan fokus utama pada kekerasan dan strategi bisnis narkoba. Dibandingkan produksi lain di genre serupa, El Chapo lebih menekankan aspek lokal Meksiko dengan dialog dalam bahasa Spanyol asli dan minim glorifikasi berlebihan terhadap tokoh utama, meski tetap menampilkan kekejaman kartel tanpa sensor berat.

Dampak Budaya dan Relevansi Saat Ini

Serial ini memberikan dampak budaya signifikan dengan memperluas pemahaman global tentang dinamika kartel narkoba di Meksiko, terutama bagaimana perang melawan narkoba justru memperkuat kekerasan dan korupsi sistemik, serta bagaimana El Chapo menjadi simbol ketahanan sekaligus kehancuran bagi masyarakat Sinaloa. Pada 2026 ini, ketika isu narkoba lintas batas masih hangat dan kartel terus beroperasi, serial ini terasa relevan sebagai pengingat bahwa kekuasaan seperti milik Guzmán lahir dari kegagalan institusi negara dan kemiskinan struktural. Banyak penonton menghargai pendekatan yang lebih akurat secara historis dibandingkan adaptasi lain, meski tetap ada elemen fiksi untuk drama, sehingga serial ini berhasil menjadi tontonan yang menggugah pikiran sekaligus menghibur bagi mereka yang tertarik pada kisah nyata kriminal kelas dunia.

Kesimpulan

El Chapo pada 2026 ini tetap menjadi serial kriminal yang solid dan layak ditonton bagi penggemar genre narco-drama, di mana kekuatan utamanya terletak pada penggambaran autentik kehidupan Joaquín Guzmán, adegan aksi intens, serta kritik tajam terhadap korupsi dan kekerasan di Meksiko. Meski tidak sempurna dengan beberapa bagian narasi yang lambat atau klise, penampilan aktor utama, produksi yang kuat, serta relevansi temanya membuatnya unggul sebagai hiburan mendalam yang lebih dari sekadar cerita kejahatan. Bagi yang belum menonton atau ingin mengulang, serial ini menawarkan pengalaman yang mendebarkan sekaligus mengganggu, mengingatkan bahwa di balik kekuasaan besar sering kali ada kehancuran besar pula, sehingga layak mendapat tempat di daftar tontonan bagi siapa saja yang menyukai kisah nyata dengan sentuhan drama tinggi.

BACA SELENGKAPNYA DI….

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *