Review Film Wolfs: Clooney & Pitt Chemistry Kembali. Film Wolfs yang tayang sejak akhir 2024 langsung menjadi salah satu rilisan Apple TV+ paling ramai dibicarakan hingga awal 2026. Karya sutradara Jon Watts ini menyatukan kembali George Clooney dan Brad Pitt sebagai dua “fixer” profesional yang dipaksa bekerja sama membersihkan satu kejahatan besar di New York malam hari. Dengan durasi 108 menit, film ini berhasil meraup pujian karena chemistry ikonik kedua aktor yang kembali terasa segar setelah 16 tahun sejak Ocean’s Thirteen. Rating Rotten Tomatoes mencapai 68% dari kritikus dan 82% dari penonton, sementara viewership di Apple TV+ termasuk salah satu yang tertinggi untuk film original tahun 2025. Pertanyaan besarnya: apakah chemistry Clooney-Pitt benar-benar kembali membara, atau film ini hanya mengandalkan nostalgia tanpa cerita kuat? BERITA VOLI
Chemistry Clooney & Pitt yang Masih Tajam: Review Film Wolfs: Clooney & Pitt Chemistry Kembali
Yang paling menarik dari Wolfs adalah kembalinya duo Clooney-Pitt yang sudah jadi legenda sejak trilogi Ocean’s. Mereka berperan sebagai dua “lone wolf” fixer—satu orang yang biasanya bekerja sendiri—yang dipaksa kolaborasi karena satu mayat yang harus dibersihkan. Dialog mereka penuh sindiran, ejekan halus, dan banter cepat yang terasa sangat natural, seperti dua teman lama yang saling tahu kelemahan masing-masing. Clooney sebagai fixer yang lebih tenang, rapi, dan suka kontrol, sementara Pitt sebagai yang lebih liar, sarkastik, dan impulsif. Interaksi mereka di mobil, saat membersihkan tempat kejadian, atau saat menghadapi ancaman baru terasa seperti reuni yang dinanti penggemar—penuh humor kering, tatapan mata sinis, dan momen kecil yang bikin penonton tersenyum. Chemistry ini jadi kekuatan utama film—bahkan ketika cerita agak lemah, penonton tetap betah hanya untuk melihat keduanya saling lempar dialog.
Visual dan Gaya Thriller Malam New Yory di Film Wolfs: Review Film Wolfs: Clooney & Pitt Chemistry Kembali
Jon Watts membawa gaya thriller malam yang gelap dan stylish. Hampir seluruh film berlatar malam hari di New York—lampu neon, jalan basah hujan, apartemen mewah, dan lorong-lorong sempit. Sinematografi Laurent Tangy menggunakan warna dingin biru-hitam dengan kontras tinggi, membuat setiap adegan terasa seperti film noir modern. Adegan action seperti kejar-kejaran di atap, baku tembak di gudang, dan cleanup scene terasa cepat dan intens tanpa berlebihan. Musik dan sound design juga mendukung—skor Vince Staples dan suara ambient kota malam membuat suasana tegang dan cool. Film ini terasa seperti campuran Ocean’s dengan Drive dan Collateral—stylish, gelap, dan penuh ketegangan.
Kelemahan Cerita dan Pacing
Meski chemistry Clooney-Pitt sangat kuat, cerita menjadi kelemahan utama. Plot terasa sangat sederhana—dua fixer membersihkan satu mayat, lalu terjebak dalam konspirasi lebih besar—tapi eksekusinya kurang mendalam. Banyak subplot (terutama soal identitas dan motivasi) terasa setengah-setengah dan tidak tuntas. Babak tengah agak lambat karena terlalu banyak fokus pada dialog banter tanpa maju plot signifikan. Endingnya juga terasa agak terburu-buru dan kurang memberikan twist besar yang diharapkan dari thriller sekelas ini. Dibandingkan Ocean’s yang penuh kejutan atau film thriller seperti The Nice Guys, Wolfs terasa lebih seperti kendaraan untuk reuni Clooney-Pitt daripada cerita yang benar-benar solid. Bagi sebagian penonton, ini cukup untuk menikmati 2 jam, tapi bagi yang mencari narasi kuat, film ini terasa agak kosong.
Respon Penonton dan Dampak
Penonton Indonesia yang sudah menonton film ini mayoritas senang—banyak yang bilang “chemistry Clooney-Pitt masih sama seperti dulu” dan menikmati humor serta visual malam New York. Viewership di Apple TV+ termasuk salah satu yang tertinggi untuk film original tahun 2025, dengan banyak diskusi soal banter keduanya dan adegan action. Di media sosial, klip dialog tajam dan momen lucu jadi viral. Film ini juga membuka diskusi soal “reunion movie”—apakah cukup mengandalkan chemistry aktor lama untuk sukses, atau harus punya cerita baru yang kuat. Banyak yang bilang ini bukti bahwa Clooney dan Pitt masih punya daya tarik besar, meski ceritanya tidak sempurna. Sekuel sudah diumumkan untuk 2027, menunjukkan Apple TV+ percaya film ini punya potensi franchise.
Kesimpulan
Wolfs adalah film yang berhasil membawa kembali chemistry ikonik George Clooney dan Brad Pitt dengan cara yang sangat menghibur dan stylish. Visual malam New York memukau, dialog banter tajam, dan performa keduanya tetap jadi daya tarik utama. Meski cerita agak tipis dan pacing tengah kadang lambat, film ini tetap jadi tontonan yang sangat fun dan cocok untuk penggemar thriller ringan. Worth it? Ya—terutama kalau kamu penggemar Ocean’s, The Nice Guys, atau hanya ingin lihat Clooney-Pitt kembali beraksi bersama. Kalau suka film reunion dengan humor kering dan action stylish, ini pilihan tepat. Nonton kalau belum—siapkan popcorn dan nikmati chemistry yang masih terasa sangat alami setelah 16 tahun. Wolfs bukti bahwa duo ini masih punya daya tarik besar—dan film ini cukup untuk membuat kita ingin melihat mereka lagi di layar.

