Review Jujur Film Terbaru Stranger Things. Di akhir Desember 2025, musim kelima dan terakhir Stranger Things menjadi pembicaraan hangat setelah rilis Volume 1 pada akhir November dan Volume 2 pada Hari Natal. Season akhir ini melanjutkan pertarungan epik melawan Vecna di Hawkins tahun 1987, dengan time jump yang membuat karakter lebih dewasa. Review jujur ini membahas apa yang sudah tayang hingga episode 7, sambil menunggu finale pada Malam Tahun Baru. Secara keseluruhan, review film season ini penuh nostalgia, aksi besar, tapi juga terasa terburu-buru di beberapa bagian.
Kelebihan Plot dan Aksi Film Stranger Things yang Memukau
Plot season ini langsung gaspol sejak awal, fokus pada rencana besar Vecna dan pengaruh Upside Down yang semakin masif. Volume 2 membawa twist mengejutkan, seperti asal kekuatan Eleven yang terungkap lebih dalam dan peran Will yang semakin sentral. Adegan aksi lebih megah—efek visual monster dan hive mind luar biasa, terutama saat kelompok mencoba infiltrasi area terlarang. Momen emosional juga kuat, seperti interaksi antar karakter lama yang terasa autentik setelah bertahun-tahun. Banyak callback ke season awal yang bikin fans tersenyum, tanpa terasa dipaksakan. Secara pacing, episode-episode ini padat dan bikin binge-watching sulit berhenti.
Kekurangan Narasi dan Karakter Film Stranger Things
Di sisi lain, season ini terasa overcrowded dengan terlalu banyak subplot dan karakter pendukung baru yang kurang berkembang. Beberapa dialog explanatory panjang—seperti penjelasan lore menggunakan props—membuat alur terhenti, seolah khawatir penonton lupa detail sebelumnya. Karakter utama kadang terasa repetitif: love triangle lama muncul lagi, dan beberapa arc emosional seperti coming-out atau rahasia pribadi terasa seperti checklist fan service. Volatilitas kecerdasan karakter juga mengganggu—mereka pintar atau bodoh sesuai kebutuhan plot. Dibanding season 4 yang penuh stakes tinggi, bagian ini kadang terasa seperti filler sebelum finale, meski tetap menghibur.
Performa Cast dan Produksi
Cast tetap jadi kekuatan utama. Millie Bobby Brown sebagai Eleven semakin matang, Sadie Sink curi perhatian dengan arc intens, sementara Noah Schnapp dapat spotlight lebih besar untuk Will. David Harbour dan Winona Ryder masih solid sebagai orang dewasa yang protektif. Produksi level blockbuster: sinematografi gelap atmospheric, soundtrack ’80s yang pas, dan runtime panjang per episode bikin terasa seperti film mini. Namun, usia cast yang sudah dewasa membuat ilusi ’80s kids agak pudar, meski makeup dan kostum berusaha menutupi.
Kesimpulan
Stranger Things season 5 hingga Volume 2 adalah perpisahan yang layak—penuh aksi spektakuler, momen mengharukan, dan nostalgia yang kental, meski ada kekurangan seperti narasi overcrowded dan fan service berlebih. Di akhir 2025, ini tetap jadi tontonan wajib bagi fans lama, dengan potensi finale menutup segalanya secara memuaskan. Secara jujur, bukan season terbaik, tapi cukup menghibur dan emosional untuk mengakhiri saga Hawkins. Tunggu finale untuk vonis akhir, tapi sampai saat ini, worth the wait setelah bertahun-tahun. Selamat binge, dan semoga Upside Down tertutup selamanya.

