Review Film: Wicked Part 1: Musikal Epik atau Gagal?. Film musikal Wicked: Part 1 yang dirilis akhir 2024 akhirnya bisa dinikmati banyak penonton di bioskop Indonesia, dan responsnya langsung memukau. Disutradarai Jon M. Chu, adaptasi Broadway ini membawa kisah asal-usul penyihir di Negeri Oz dengan visual megah, lagu-lagu ikonik, dan duet memukau antara Cynthia Erivo sebagai Elphaba dan Ariana Grande sebagai Glinda. Dengan durasi hampir tiga jam, film ini mengakhiri di titik intermission panggung asli, meninggalkan penonton menanti kelanjutannya di Part 2 yang rilis 2025. Secara keseluruhan, Wicked berhasil jadi salah satu musikal terbaik tahun itu, dengan pujian melimpah atas penampilan aktor utama dan produksi yang memukau, meski tak luput dari catatan kecil soal pacing dan ekspektasi tinggi dari penggemar panggung. Apakah ini epik sejati atau hanya gagal memenuhi hype? Mari kita ulas lebih dalam. BERITA BASKET
Kekuatan Utama: Penampilan dan Produksi: Review Film: Wicked Part 1: Musikal Epik atau Gagal?
Yang paling menonjol di Wicked: Part 1 adalah chemistry luar biasa antara Cynthia Erivo dan Ariana Grande. Erivo membawakan Elphaba dengan kedalaman emosional yang kuat, terutama di nomor “Defying Gravity” yang jadi klimaks film—suara powerful-nya bikin merinding, dan ekspresinya menyampaikan perjuangan identitas dengan sempurna. Grande sebagai Glinda menunjukkan sisi komedi dan kerentanan yang jarang terlihat di peran-peran sebelumnya; vokalnya ringan tapi presisi, dan chemistry keduanya membuat lagu-lagu seperti “Popular” dan “For Good” terasa hidup dan autentik. Produksi Jon M. Chu juga patut diacungi jempol: visual Oz yang warna-warni, desain kostum mewah, dan koreografi yang dinamis membuat transisi dari panggung ke layar lebar terasa mulus. Efek khusus untuk terbang dan elemen magis terlihat meyakinkan tanpa berlebihan. Lagu-lagu Stephen Schwartz tetap utuh, dengan aransemen orkestra yang kaya, sehingga penggemar musikal lama merasa dihargai, sementara penonton baru langsung terpikat. Box office-nya juga gila, meraup ratusan juta dolar global, membuktikan daya tariknya meluas.
Kelemahan dan Kritik yang Muncul: Review Film: Wicked Part 1: Musikal Epik atau Gagal?
Meski banyak pujian, Wicked: Part 1 bukan tanpa cela. Beberapa kritikus merasa durasi 2 jam 40 menit terasa panjang karena pacing agak lambat di bagian tengah, terutama saat membangun dunia Oz dan hubungan karakter pendukung seperti Fiyero (Jonathan Bailey) atau Madame Morrible (Michelle Yeoh). Ada yang bilang film ini terlalu setia pada panggung, sehingga kurang mengeksplorasi potensi sinematik lebih dalam—beberapa adegan terasa seperti rekaman teater daripada film murni. Selain itu, karena dibagi dua bagian, endingnya terasa menggantung banget, membuat sebagian penonton merasa “ini baru setengah cerita”. Penggemar hardcore Broadway kadang mengeluh detail kecil yang diubah atau dipotong, meski secara keseluruhan adaptasinya dianggap hormat. Jeff Goldblum sebagai Wizard dan Peter Dinklage (suara untuk karakter tertentu) juga dapat porsi terbatas di part pertama, sehingga terasa kurang maksimal. Tapi kelemahan ini relatif kecil dibanding kekuatan utamanya, dan tak mengurangi kesan bahwa film ini tetap menghibur dan emosional.
Kesan Keseluruhan dan Rekomendasi
Secara keseluruhan, Wicked: Part 1 jelas lebih condong ke kategori musikal epik daripada gagal. Dengan skor kritikus sekitar 88-92% dan audience hampir 95% di platform review besar, film ini berhasil jadi hiburan besar yang jarang ada di era sekarang—kombinasi visual spektakuler, musik memorable, dan cerita tentang penerimaan diri serta persahabatan. Bagi yang suka musikal seperti La La Land atau penggemar The Wizard of Oz, ini wajib tonton. Bahkan bagi yang skeptis dengan genre musikal, penampilan Erivo dan Grande cukup kuat untuk menarik perhatian. Ya, ada ruang untuk perbaikan di pacing dan eksplorasi lebih dalam, tapi itu tak mengurangi fakta bahwa film ini berhasil “defying gravity” dalam arti harfiah dan kiasan. Tunggu Part 2 dengan sabar, karena part pertama ini sudah berdiri sendiri sebagai pengalaman sinematik yang memuaskan dan penuh pesona.
Kesimpulan
Wicked: Part 1 bukan sekadar adaptasi musikal biasa; ia adalah perayaan atas kekuatan cerita, vokal, dan visual yang membuat penonton terpukau dari awal hingga akhir. Meski ada catatan kecil soal durasi dan ending menggantung, kekuatan penampilan Cynthia Erivo serta Ariana Grande, ditambah produksi megah Jon M. Chu, menjadikannya salah satu film terbaik di genre musikal baru-baru ini. Epik? Pasti. Gagal? Jauh dari itu. Jika belum nonton, segera cari tiket—Oz belum pernah seterang dan semenyentuh ini.

