Review Film Lady Jane. Film Lady Jane yang dirilis pada tahun 1986 menyajikan kisah tragis Lady Jane Grey, ratu Inggris yang hanya memerintah selama sembilan hari pada 1553, dengan fokus pada intrik politik era Tudor, pernikahan paksa dengan Lord Guildford Dudley, serta romansa yang berkembang di tengah tekanan kekuasaan, sehingga menggambarkan gadis cerdas berusia 16 tahun yang menjadi korban ambisi orang dewasa. BERITA BASKET
Alur Cerita dan Karakter Utama: Review Film Lady Jane
Cerita mengikuti Jane yang dipaksa menikah dengan Guildford oleh ayahnya dan Duke of Northumberland untuk mengamankan takhta Protestan setelah kematian Edward VI, di mana awalnya mereka saling membenci tapi perlahan jatuh cinta sambil mencoba reformasi sosial, hingga dukungan rakyat beralih ke Mary yang Katolik, memicu pemberontakan dan akhirnya eksekusi tragis Jane serta Guildford setelah penolakan mengubah agama.
Penampilan Aktor dan Produksi: Review Film Lady Jane
Helena Bonham Carter memulai debut layar lebarnya sebagai Jane dengan penjiwaan mendalam yang menunjukkan kecerdasan serta kerentanan remaja, sementara Cary Elwes sebagai Guildford menghadirkan transformasi dari pemuda nakal menjadi pasangan setia dengan chemistry romantis yang kuat, didukung John Wood sebagai Northumberland yang licik serta aktor pendukung solid, dengan produksi memukau melalui lokasi kastil autentik di Inggris serta kostum periode yang detail dan elegan.
Akurasi Sejarah dan Elemen Romantis
Film ini setia pada garis besar peristiwa seperti konspirasi Northumberland serta konflik agama Protestan-Katolik, namun mengambil kebebasan besar pada romansa Jane-Guildford yang sebenarnya tidak ada karena pernikahan mereka singkat dan penuh ketegangan, sekaligus menambahkan subplot reformasi yang dilebih-lebihkan untuk menekankan idealisme Jane sebagai korban politik Tudor yang penuh intrik.
Kesimpulan
Lady Jane tetap menjadi drama sejarah yang menyentuh dan visual memukau berkat debut brilian Helena Bonham Carter, narasi emosional tentang cinta serta pengorbanan, serta penggambaran era Tudor yang kaya, meski romansa fiksi mendominasi dan mengurangi akurasi, film ini cocok bagi penonton yang menyukai kisah tragis ratu muda dengan akhir mengharukan yang meninggalkan kesan mendalam tentang nasib di balik mahkota.

