Review Film Cause of Death. Film horor supernatural Cause of Death yang baru dirilis pada akhir 2025 ini langsung menjadi sorotan bagi penggemar genre misteri forensik bercampur elemen gaib. Cerita berfokus pada seorang patologist forensik yang sedang menentukan penyebab kematian seorang korban misterius tanpa tanda luka luar yang jelas. Saat proses autopsi berlangsung, berbagai kejadian aneh mulai terjadi, mengungkap bahwa kematian korban terkait dengan kekuatan supernatural yang belum selesai. Dengan durasi sekitar 100 menit, film ini menyuguhkan ketegangan bertahap yang kuat, menggabungkan prosedur medis realistis dengan horor psikologis yang mencekam di setting ruang autopsi yang terbatas. BERITA BOLA
Sinopsis dan Alur Cerita: Review Film Cause of Death
Cause of Death dimulai dengan kedatangan jasad tak dikenal ke meja autopsi, di mana patologist utama harus segera menemukan penyebab kematian karena tekanan dari pihak berwenang. Proses pemeriksaan awal tampak biasa, tapi temuan semakin ganjil: organ internal menunjukkan pola tidak wajar yang tak sesuai dengan ilmu kedokteran. Alur dibangun melalui langkah demi langkah autopsi, diselingi flashback singkat tentang kehidupan korban dan fenomena supranatural yang mulai mengganggu ruangan. Ketegangan memuncak saat rahasia besar terkuak di bagian akhir, dengan twist yang memberikan penjelasan logis sekaligus meninggalkan rasa ngeri. Endingnya cukup rapi, meski ada elemen ambiguitas yang membuat penonton terus memikirkannya.
Penampilan Aktor dan Pengembangan Karakter: Review Film Cause of Death
Para aktor utama tampil solid, terutama pemeran patologist yang berhasil menyampaikan peralihan dari rasional menjadi ketakutan mendalam. Konflik internalnya terasa autentik, didukung oleh dialog yang natural saat berinteraksi dengan asisten atau rekan kerja. Karakter pendukung, seperti petugas yang membawa jasad, menambah lapisan emosional tanpa berlebihan. Ekspresi minimalis dari aktris yang memerankan korban (meski mostly tak bergerak) justru menambah aura misterius dan menyeramkan. Chemistry antar pemain mendukung nuansa isolasi, membuat penonton ikut merasakan paranoia yang menjalar. Secara keseluruhan, akting menjadi daya tarik utama yang membuat cerita lebih meyakinkan.
Aspek Teknis dan Efek Visual
Cause of Death menonjol dalam penggunaan sinematografi claustrophobic, dengan pencahayaan minim yang mempertegas suasana ruang tertutup dan dingin. Efek praktikal pada adegan autopsi dieksekusi detail dan grafis, memberikan rasa realistis tanpa terlalu mengandalkan gore berlebih. Sound design sangat efektif, memanfaatkan suara halus seperti detak jantung atau hembusan angin untuk membangun ketegangan. Musik latar dipilih sederhana, lebih mengedepankan keheningan yang menekan. Untuk produksi skala sedang, visualnya terasa profesional, dengan sedikit CGI yang hanya digunakan untuk elemen supranatural agar tetap subtil dan menyeramkan.
Kesimpulan
Cause of Death adalah film horor yang patut direkomendasikan untuk penggemar cerita berbasis medis dengan sentuhan supernatural. Meski tempo lambat di awal mungkin butuh kesabaran, film ini sukses menciptakan atmosfer tegang yang bertahan hingga akhir, ditambah eksekusi teknis yang rapi. Respons awal penonton cukup baik, dengan apresiasi atas konsep segar dan ketegangan psikologisnya. Jika Anda suka tontonan yang lebih mengutamakan sugesti daripada kejutan murahan, film ini ideal untuk ditonton malam hari. Secara keseluruhan, Cause of Death menambah variasi menarik di genre horor forensik tahun ini, membuktikan setting sederhana bisa sangat efektif untuk bikin bulu kuduk berdiri.

